[Review] Its’ Okay, You’re Just Different

(Tidak Masalah Menjadi Orang yang Berbeda)

20181002_163634_scaled

Judul 괜찬하, 넌 다를 뿐이야
Author Kim Doo Eung
Tahun Terbit 1 Oktober 2018
Halaman 240
ISBN 9786020614052
Publisher Gramedia Pustaka Utama

Kalimat-kalimat semacam “Kau anak yang istimewa”, “Kau pasti bisa”, dan “Tidak masalah, pelan-pelan saja” dari ibu, tentu memberi semangat tersendiri bagi seorang anak. Kalimat-kalimat penuh kasih sayang tersebut akan terasa sangat istimewa dan mampu menenteramkan jiwa sang anak. Pada masa sekolah atau masa kecil, orang-orang genius cenderung dianggap anak yang aneh, penyendiri, dan tidak punya teman, serta sering tampak murung. Namun, ibu merekalah yang tetap memercayai dan tahu cara mengembangkan bakat mereka. Penghiburan dan motivasi yang kita nantikan saat mengalami kegagalan pastinya dari ibu. Buku ini menyadarkan kita bahwa orang-orang hebat seperti Edison, Andersen, Einstein, Beethoven, Bill Gates, dan lain-lain, memiliki sosok ibu hebat di baliknya.

Tak jarang kita mendengar kalimat, “Di balik laki-laki hebat, ada sosok perempuan yang kuat” atau “Di balik laki-laki sukses, ada perempuan yang hebat“. Kalimat-kalimat tersebut memang tidak salah, dan kisah-kisah yang ada dalam buku ini rasanya semakin membenarkan gagasan itu.

Berbicara mengenai sosok perempuan yang dimaksud dalam kalimat di atas, tentunya banyak persepsi yang akan bermunculan. Dan dari sekian banyak sosok perempuan di balik orang-orang hebat, IBU adalah pemilik peran yang paling besar. Bagaimana tidak? Ibu adalah madrasah pertama bagi setiap anak yang mengajarkan banyak hal sejak dini, bahkan mungkin sejak anak berada di dalam kandungan. Pada diri seseorang yang hebat, ketika melihat jauh kedalam kisah kehidupan sebelumnya, seringkali ditemukan fakta bahwa ternyata di sana ada perjuangan seorang Ibu yang tak kalah hebatnya. Sosok Ibu yang memiliki cara tersendiri, cara yang berbeda-beda, dalam mendidik putra-putrinya hingga menjadi seseorang yang sukses bahkan disegani banyak orang. Dan hal itulah yang terjadi pada orang-orang hebat yang dibahas dalam buku ini, It’s Okay, You’re Just Different.

Belum pernah terbayangkan sebelumnya bahwa orang-orang hebat seperti Edison, Pestalozzi, Einstein, Nelson Mandela, Marie Curie, hingga Nobel memiliki kisah perjuangan yang mengharukan di masa kecilnya. Sosok Ibu yang memiliki kepercayaan besar bahwa anaknya adalah seseorang yang hebat, menjadi kekuatan terbesar dalam mendidik sang anak ketika orang lain -bahkan guru di sekolah- meragukan kemampuan anak tersebut. Ibu selalu percaya bahwa anaknya memiliki keistimewaan tersendiri, termasuk anak-anak yang dianggap ‘berbeda’ hingga dikucilkan di lingkungannya, bahkan dianggap tidak memiliki masa depan. Kepercayaan itu menjadi sumber kekuatan besar bagi anak untuk tumbuh menjadi seseorang yang tangguh.

Buku ini menghadirkan banyak kisah mengenai kehebatan sosok ibu dari beberapa tokoh dunia dalam mendidik anak hingga menjadi seseorang yang sukses. Di antara kisah-kisah tersebut, saya paling terkesan dengan kisah Einstein dimana sang Ibu menolak ajakan tinggal bersama Einstein karena tidak ingin mengganggu penelitian putranya, hingga sang Ibu mulai bekerja sebagai pelayan dan tinggal di rumah saudaranya. Ketika Einstein mendapatkan hadiah Nobel, sang Ibu telah meninggal dunia sehingga tidak dapat menyaksikannya.

Di saat orang lain meragukan kemampuan Einstein, bahkan menganggapnya tidak akan berhasil di masa depan karena selalu menduduki peringkat terbawah di kelas, di saat itulah ada sosok yang tetap percaya dan membimbingnya untuk mengeluarkan kemampuan terhebat. Sosok itu adalah Ibu.

Banyak sekali pelajaran tentang kehebatan seorang Ibu dalam mendidik anaknya yang bisa dipetik di buku ini. Setiap kisahnya menghadirkan nilai positif yang dapat memberikan kepercayaan bagi siapapun yang membaca bahwa masing-masing anak memiliki kelebihan dan keistimewaan yang berbeda. Satu anak tidak bisa dipaksakan untuk menjadi seperti anak yang lain karena bakat yang mereka miliki tidak sama, kehebatan yang ada dalam dirinya pun berbeda-beda. Jadi, jangan pernah mengekang anak untuk menjadi seperti apa yang orang tua inginkan, tetapi bimbinglah mereka, didiklah mereka untukberkembang menjadi orang yang hebat sebagaimana passionnya masing-masing.

“Perempuan cantik hanya sesaat, ibu yang hebat bertahan selamanya.” -Confusius (hlm. 103)

17 pemikiran pada “[Review] Its’ Okay, You’re Just Different

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s