[Review] Perempuan Teduh

Menemukan kembali fitrah dirimu

wp-1567267344511.jpg

Judul Perempuan Teduh
Author Harun Tsaqif
Tahun Terbit 1 Februari 2019
Cover dan Halaman Softcover x+238 hal. 14x20cm
ISBN 978-979-017-415-3
Publisher QultumMedia

Meneduhkan. Kesan itu sudah muncul sejak melihat sampulnya, dimana pribadi seorang perempuan dianalogikan sebagaimana pohon dengan rimbunnya daun hijau yang teduh, akar yang kuat, dan ranting serta batang yang kokoh. Kesan itu terus berlanjut begitu membaca halaman pengantarnya. Beberapa paragraf pembuka yang sederhana, namun menegaskan betapa mengagumkan dan besarnya peran seorang perempuan dalam suatu peradaban.

“Perempuan adalah pilar peradaban. Apabila pilar itu kokoh, maka kuatlah tempat yang ditinggalinya, kuatlah keluarganya, dan menjadi hebat generasi yang dilahirkannya.” (hlm. 4

Melalui tulisan-tulisan yang terangkum dalam prosa, Harun Tsaqif seperti ingin menyampaikan lembaran-lembaran surat sarat nasehat yang ditujukan kepada kaum perempuan demi mengembalikan fitrahnya, mengingat begitu banyak perempuan yang saat ini telah kehilangan jati diri sebagai sosok yang menyejukkan dengan segala keindahan yang Allah berikan.

Bukan dengan kecantikan paras, tidak dengan keelokan tubuh. Namun keteduhan dari sosok perempuan muncul karena keindahan akhlak dan kebaikan hatinya. Hati yang dipenuhi dengan kelembutan dan tak ada seorangpun yang bisa memahaminya selain perempuan itu sendiri. Hati yang dihiasi oleh rasa malu sebagai mahkotanya dan ketaatan sebagai perhiasannya.

“Perempuan teduh adalah perempuan yang anggun dengan perhiasan ketakwaan, ketaatan, kesantunan dan keramahan.” (hlm. 16)

Ketakwaan seorang perempuan merupakan suatu bukti kecintaan terhadap Rabbnya. Ketakwaan yang diwujudkan dengan menjadi seorang muslimah taat yang senantiasa menjaga dirinya, menutup aurat dengan rapat, mengendalikan lisan, dan selalu menjaga dirinya dari perbuatan yang sia-sia hingga menjadikannya seorang wanita yang mulia.

Mulianya seorang perempuan tidak hanya tercermin dari dirinya, namun juga dari siapa temannya. Maka, seorang muslimah harus memperhatikan dengan siapa dia bergaul karena pertemanan dapat menentukan jati diri seorang muslimah yang sesungguhnya.

Begitu banyak peran yang dijalani oleh seorang perempuan, baik sebagai anak, pemimpin bagi dirinya sendiri, istri, hingga sebagai seorang ibu. Setiap peran itu memiliki aturan-aturan yang harus ditaati tanpa bermaksud menghalangi atau membatasi pergerakannya, melainkan bertujuan agar perempuan senantiasa terjaga dalam fitrahnya.

“Perempuan adalah madrasah tanpa atap, tempat menimba ilmu dan nasihat bagi anak-anaknya kelak.” (hlm. 94)

Buku ini sangat ringan dan menyenangkan untuk dibaca, karena isinya tidak terkesan menggurui namun sarat nasehat bagi kaum perempuan. Membaca buku ini akan membuat pikiranmu lebih terbuka dan hatimu terpesona. Selamat mencoba!!!

wp-1567267368990.jpg
HLM. 83

14 pemikiran pada “[Review] Perempuan Teduh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s