Tabayyun

Dalam beberapa kasus, seseorang memiliki kecenderungan untuk lebih mempercayai orang lain daripada mencari tau secara langsung detail kebenaran sebuah peristiwa dari pihak yang bersangkutan. Kenapa? Karena peristiwa yang didengarnya dari pihak ketiga itu, rasanya lebih menarik untuk disimak, lebih mudah ditelan meskipun mentah, lebih menggoda untuk dipercaya, lebih menyenangkan untuk dijadikan bahan obrolan padahal belum pasti benar.

Itulah kenapa harus selalu tabayyun. Konfirmasi dulu. Kalau kita mempercayai kabar dari orang lain dengan begitu mudah, pada akhirnya hanya akan berujung fitnah dengan bonus ghibah.

“Katanya begini…”
“Aku dengernya begitu…”

Kata siapa?
Denger dari mana?

2 pemikiran pada “Tabayyun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s