Dunia Memang Memikat, Namun Janganlah Terikat

Sebenarnya kamu tau, bahwa rasa syukur dapat memperluas kelapangan dalam hati, menjernihkan keruhnya pikiran, dan membuat perasaan jauh lebih tenang. Tapi sayang, kamu seringkali lupa untuk melakukannya. Selalu mendongak ke atas dengan payah, padahal sebenarnya sudah lelah. Hampir lupa menengok ke bawah, sementara di sana ada banyaaak sekali hikmah. Futur, kufur. Sedangkan nikmat dan karunia tak ada yang bisa diukur. Terlalu sibuk membandingkan diri dengan yang lain, padahal semua sudah memiliki keberkahan dari porsinya masing-masing. Fokusmu lebih tertuju pada apa yang bukan milikmu, lalu mengabaikan nikmat yang ada di hadapanmu. Memang benar apa kata orang, keindahan semesta sungguh menyilaukan mata, hingga membuatmu tak henti mengejarnya. Bahkan tak jarang membuatmu lupa, bahwa sebenarnya Allah telah menjanjikan nikmat yang lebih luar biasa asalkan kamu menyadari bahwa dunia ini bukanlah surga, melainkan sebuah penjara.

Ah, dunia memang memikat… Namun, jangan sampai terikat.

 

(Menasehati diri sendiri memang tidak pernah mudah)

4 pemikiran pada “Dunia Memang Memikat, Namun Janganlah Terikat

  1. Merasa tertampar 😭 Suka lupa, kalau sabar dan syukur kunci untuk hidup tenang dan bahagia.

    Tapi maaf Kak, aku sedikit bingung dengan kata terdasar di kalimat tanya. Atau itu seharusnya tersadar?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s