Kamu Sedang Sangat Disayang

Setidaknya, itulah yang ku pikirkan, juga dikatakan oleh orang-orang beberapa bulan belakangan. Bagaimana tidak? Saat dosa-dosa sudah tak lagi terbilang, Allah pun menggugurkannya secara perlahan. DirengkuhNya bahuku untuk lebih mendekat pelan-pelan. DigandengNya erat tanganku agar tak lepas dari genggaman. DiraihNya kedua telapak tangan untuk lebih meninggikan harapan. DiterangiNya dengan penuh kasih sayang ketika jalan yang ku lalui mulai meremang… Aku, sepenuhnya sedang disadarkan, bahwa arah yang ku tuju mulai jauh dari kebenaran. Maka Ia berikan karunia yang begitu mengejutkan, agar aku paham Siapa yang seharusnya menjadi tujuan dan ke mana semestinya aku menata langkah untuk berjalan…

Kembali ku gali sebuah risalah, bahwa tiada luka sekecil tusukan duri melainkan dapat menjadi syariat terhapusnya kesalahan. Mungkin penafsiranku masih terlalu dangkal, namun setidaknya nasehat itu menjadi salah satu keyakinan yang selalu menguatkan. Meski demikian, titik ini sekaligus menyadarkan, bahwa kesabaran ternyata memang mudah… Mudah untuk diucapkan, namun terasa sulit dilakukan. Begitupun dengan keikhlasan…

Tetapi aku percaya, bahwa Allah tak akan pernah menyiakan kesulitan yang dialami hambaNya. Jika bukan karena cinta, lantas untuk apa keruhnya hati kembali dijernihkan? Jika bukan kasih sayang, memangnya sebab apa lagi diri ini dibersihkan? Jika bukan peduli, lalu untuk apa jiwa ini direngkuh kembali? Dan aku percaya sekali lagi, bahwa ujian tak mau datang sendiri karena ia berkawan dengan hikmah yang kehadirannya silih berganti… Mungkin, setelah hujan tak selalu tampak adanya pelangi, namun kita pun tak pernah mengetahui berapa banyak tunas yang tumbuh usai rintiknya membasuh bumi…

Ah, sungguh sulit diungkapkan memang, saat Allah sedang sayang-sayangnya. Atas segala susah dan lelah yang membersamai setiap ikhtiar, semuanya pasti memiliki makna. Agar hatiku lebih lapang, agar jiwaku dipenuhi kesabaran, juga keikhlasan. Aku percaya, perih ini tak akan sia-sia, pedih ini tak mungkin percuma, dan sedih ini pun tentu ada artinya. Hanya saja, terkadang ada masa di mana segalanya terasa berat, lalu tumpahlah seluruh isi bejana yang selalu berusaha ku pegang erat… Ternyata, bertingkah kuat memang tak semudah apa yang terlihat…

11 pemikiran pada “Kamu Sedang Sangat Disayang

  1. Sabar dan ikhlas pelajaran yg sulit ya, Kak. Mudah diucapkan, sulit dijalani, tapi kalau bisa menikmati dua ilmu ini, hidup terasa lapang, tak peduli apa pun yg terjadi πŸ˜‚

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s